Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 20 Maret 2012

Menghitung ukuran Pengaman Motor Listrik

Perhitungan Pengaman Motor Listrik


Pada dasarnya “Motor protection” dan “motor circuit protection” adalah dua hal yang berbeda dan membutuhkan suatu perhitungan yang berbeda pula.Untuk mencegah motor terbakar, kita harus menyiapkan sebuah cara untuk melindunginya dari arus lebih (overload, hubung singkat, atau ground-fault). Sebelum kita melangkah ke bahasan lebih lanjut, sebaiknya ada tidak bingung dengan motor protection dan circuit protection. Motor protection adalah sebuah sistem pengaman motor yang tehubung dengan rangkaian tenaga motor. Sedangkan circuit protection adalah sebuah sistem pengaman untuk rangkaian tenaga listrik daripada motor itu sendiri.

Silahkan simak gambar 430,1 pada NEC untuk membantu anda melihat perbedaan dari keduanya dengan jelas. Disana dijelaskan persyaratan untuk perlindungan overload motor pada Bab III dan persyaratan perlindungan hubung-singkat dan ground-fault pada Bab IV dan V.
Tabel atau nameplate? Untuk menentukan KHA (Kemampuan Hantar Arus atau ampacity) minimum dari konduktor power supply motor, anda harus mengetahui secara jelas berapa banyak arus yang akan mengalir saat tarikan pertama motor. Tapi disana juga ada berbagai jenis arus pada aplikasi motor (simak “Motor Current Basics” pada halaman 80). Arus beban penuh / full-load current (FLC) atau amper beban penuh / full-load amperes (FLA) Manakah yang kita gunakan untuk perhitungan motor Anda?

Di dalam standar NEC tidak diijinkan penggunaan nilai Amper Beban Penuh / FLA yang tertera pada nameplate untuk menentukan KHA / ampacity konduktor atau ukuran kabel yang digunakan, percabangan rangkaian hubung-singkat dan ukuran perangkat ground-fault overcurrent, atau pun nilai rating amper disconnecting switches [430,6 (A) (1)]. Tetapi disini kita harus menggunakan nilai FLA motor untuk menentukan ukuran overload-protection motor secara terpisah sesuai dengan Bagian III Alenia 430 [430.6(A)(2)]. Perhatikan pengecualian berikut:
  • Jika Anda menghitung motor overload protection secara terpisah untuk torsi motor, gunakan nilai arus locked rotor pada nameplate [430,6 (B)].
  • Jika ada variable-frequency drive (inverter) sebagai pengendali motor, gunakan maximum operating current yang ditandai pada nameplate (motor atau kontrol). Jika nilai tersebut tidak terdapat pada nameplate, gunakan 150% dari nilai yang ditemukan di dalam tabel NEC [430,6 (C)].
  • Motor dengan Torsi Tinggi (umumnya dibuat dan untuk beroperasi dibawah kecepatan 1,200 rpm) biasanya memiliki nilai FLC yang lebih besar dibandingkan dengan motor multispeed. Untuk motor seperti ini, gunakan rating arus tertera pada nameplate [430.6(A)(1)].

0 komentar:

Poskan Komentar

 
design by